Interaksi Obat pada Geriatri
Farmakoterapi Lansia
Modul Interaktif Polifarmasi

Pada lansia, dosis lazim
bisa menjadi dosis racun.

Pasien geriatri (>60 tahun) menanggung dua beban sekaligus: polifarmasi — rutin memakai 5 obat atau lebih — dan penurunan fungsi organ akibat penuaan. Keduanya menggeser profil farmakokinetik (ADME) dan membuat interaksi obat berakhir di rawat inap, jatuh, atau gagal ginjal akut.

≥5
obat rutin =
ambang polifarmasi
~50%
penurunan GFR
pada usia lanjut
4–5×
risiko perdarahan
warfarin + NSAID
Monitor Kadar Plasma
ilustratif
▮ Toksik ▮ Jendela Terapi ▮ Sub-terapi
Aksioma Klinis

“Start low, go slow.”

Mulai dari dosis terendah, naikkan perlahan. Evaluasi tiap regimen dengan Kriteria Beers atau STOPP/START sebelum menambah obat baru.

Akar Masalah

Tiga pemicu yang membuat interaksi obat lebih fatal

01

Farmakokinetik bergeser (ADME)

GFR turun, sehingga obat lambat dibuang dan menumpuk. Aliran darah hati berkurang, metabolisme melambat. Rasio lemak tubuh naik dan cairan turun — obat larut lemak bertahan lebih lama, obat larut air seperti litium jadi lebih pekat.

02

Polifarmasi & komorbiditas

Hipertensi, diabetes, dan osteoartritis kerap berdampingan. Memakai lebih dari 5 obat menaikkan peluang drug–drug interaction secara eksponensial — banyak obat memperebutkan jalur metabolisme yang sama di enzim sitokrom P450.

03

Farmakodinamik lebih sensitif

Reseptor otak dan jantung lansia bereaksi lebih kuat. Efek benzodiazepin bisa berlipat — memicu kebingungan, gangguan keseimbangan, lalu jatuh dan patah tulang panggul yang sering berakibat fatal.

Referensi Klinis

Database interaksi toksik geriatri

Pasangan obat yang paling sering memicu adverse drug events mematikan pada lansia. Saring berdasarkan jenis mekanisme.

Lab 01Farmakokinetik · Ekskresi

Bagaimana digoksin menumpuk saat ginjal melambat

Pilih kondisi pasien. Dosis harian dipertahankan sama untuk ketiga skenario — perhatikan bagaimana kadar plasma berubah hanya karena klirens ginjal berbeda.

Sirkulasi darah
Urin
Kurva Kadar–Waktu · Digoksin
Cₚ saat ini — ng/mL
jendela
terapi
Hari 0steady-state →Hari 14
Lab 02Metabolisme · Aktivasi Prodrug

Saat obat maag mematikan obat jantung

Klopidogrel adalah prodrug — tidak aktif sampai enzim CYP2C19 di hati mengubahnya. Omeprazol menduduki enzim itu. Bandingkan kedua skenario.

Hati · CYP2C19
CYP2C19
CYP2C19
CYP2C19
Pembuluh jantung
Status darah pasien
Darah encer · aman
Evaluasi

Uji penalaran klinis Anda

10 kasus peresepan geriatri. Setiap jawaban disertai penjelasan setelah dikoreksi.

Terjawab: 0 / 10