Perebutan Kursi di Sistem Sirkulasi.
Setelah diserap di usus, obat tidak berenang bebas begitu saja. Mereka harus "menumpang" pada protein darah raksasa atau menembus barikade pelindung organ. Jika dua obat berebut tumpangan yang sama, salah satunya akan terlempar bebas dan memicu keracunan mematikan seketika.
Hukum Mutlak Distribusi Obat
Di dalam aliran darah, obat terbagi menjadi dua fraksi: Obat Terikat Protein (Bound) yang tidak aktif secara medis, dan Obat Bebas (Free) yang aktif.
Karakteristik Protein Pengikat & Transporter
Interaksi obat pada fase ini sangat spesifik. Tergantung pada sifat keasaman obat dan jenis transporter jaringan yang dilewatinya.
Simulator 1: Pergeseran Albumin (Protein Displacement)
Interaksi tidak hanya antar-obat, tapi juga antara obat vs penyakit. Warfarin (Pengencer Darah) normalnya 99% terikat pada Albumin. Bagaimana nasib pasien jika ditambah NSAID, atau jika pasien menderita penyakit Gagal Ginjal (Uremia)?
Simulator 2: Modulasi Pompa Efluks (P-gp) Sawar Otak
Loperamide (obat diare) sebenarnya adalah turunan opioid (narkotika), namun aman karena Pompa P-glycoprotein (P-gp) di Sawar Otak selalu memompanya keluar. Lihat efek fatal jika pompa ini dihambat (Inhibitor) atau dipacu terlalu cepat (Induktor).
Cheat Sheet: Kasus Fatal Fase Distribusi
Daftar referensi cepat (Quick Reference) interaksi farmakokinetika pada fase distribusi (Displacement Albumin & Blokade P-gp) yang paling sering ditemui di klinik.
Evaluasi Farmakokinetika (Distribusi)
Uji pemahaman Anda tentang prinsip ikatan protein, fraksi bebas obat, Vd, dan fungsi transporter jaringan P-gp.