Ilustrasi mekanistik: tiap titik mewakili sejumlah molekul obat. Jumlah titik mengikuti persamaan di panel rumus, sehingga yang terlihat di animasi sama dengan hasil perhitungan. Warna variabel pada rumus sama dengan warna labelnya di animasi.
Variabel
Mengubah variabel akan memulai ulang animasi.
Obat masuk langsung ke sirkulasi (F = 1, tanpa liberasi dan absorpsi). Ubah Vd dan CL untuk melihat bagaimana parameter primer menentukan parameter turunan (ke, t½). Arahkan kursor ke grafik untuk membaca kadar pada waktu tertentu.
Parameter
Langkah perhitungan
Kurva ekstravaskular (persamaan Bateman): fase naik saat laju absorpsi > laju eliminasi, puncak (Cmax pada Tmax), lalu fase turun. Pilih bentuk sediaan untuk melihat pengaruh formulasi terhadap laju dan jumlah absorpsi.
Parameter
Langkah perhitungan
Prinsip superposisi: kadar dari tiap dosis dijumlahkan. Amati akumulasi menuju keadaan tunak (≈ 4–5 t½), pengaruh interval dosis (τ), serta efek dosis muat. Bagian bawah panel menghitung rejimen untuk target kadar rata-rata.
Parameter
Langkah perhitungan
Masukkan data kadar–waktu hasil pengukuran. Aplikasi menghitung AUC (metode trapesium), ke dari regresi log-linear fase terminal, t½, AUC0–∞, klirens, volume distribusi, dan MRT — seperti Contoh 1.3 modul.
Data & pengaturan
| t (jam) | C (mg/L) |
|---|
Langkah perhitungan
Bioavailabilitas absolut dari perbandingan AUC oral vs IV, penguraian F = fa × fg × fh (efek lintas pertama), konversi dosis IV → oral, dan evaluasi bioekivalensi dengan interval kepercayaan 90%.
Parameter
Langkah perhitungan
Data studi silang (crossover)
Satu baris per subjek: subjek AUCuji AUCref Cmaxuji Cmaxref. Pisahkan kolom dengan spasi, tab, atau titik koma.
Langkah perhitungan
Kinetika Michaelis–Menten (jenuh), contoh klasik fenitoin. Saat laju dosis mendekati Vmax, kenaikan dosis kecil menaikkan kadar tunak secara tidak proporsional. Garis putus-putus = prediksi keliru bila dianggap linear.
Parameter
Langkah perhitungan
Ringkasan rumus yang dipakai aplikasi. Semua rumus berlaku untuk model satu kompartemen dengan kinetika orde pertama, kecuali bagian non-linear.
IV bolus
Ekstravaskular (oral)
Dosis berulang
Analisis non-kompartemen
Bioavailabilitas
Bioekivalensi
Kinetika non-linear (Michaelis–Menten)
Interpretasi Vd
Rumus, model, dan kriteria dalam aplikasi ini mengacu pada pustaka berikut. Pustaka [1]–[9], [15], dan [16] berasal dari daftar pustaka Modul 01 FAR503 Farmakokinetik dan PSF305 Biofarmasetika; [10]–[14] adalah artikel asli yang menjadi dasar rumus tertentu. Nomor sitasi di setiap modul merujuk ke daftar ini.
Catatan penggunaan
Aplikasi ini adalah alat bantu belajar. Parameter preset (bentuk sediaan, fa/fg/EH, data BE contoh) bersifat ilustratif dan bukan data obat tertentu. Untuk keputusan klinis atau regulatori, gunakan data dan pedoman resmi yang berlaku.
Identitas laporan
Laporan tersimpan selama halaman terbuka. Untuk PDF, pilih "Save as PDF" pada dialog cetak.