Klik atau tekan Enter pada unsur untuk membuka model atom 3D lengkap dengan elektron yang mengelilingi inti.
Struktur Lewis (titik-silang)
Data ikatan
Ringkasan jenis ikatan
| Ikatan | Terjadi antara | Yang terjadi pada elektron | Contoh | Sifat khas |
|---|---|---|---|---|
| Kovalen nonpolar | Nonlogam–nonlogam, ΔEN < 0,4 | Dipakai bersama secara merata | H₂, Cl₂, N₂ | Titik didih rendah, tidak menghantarkan listrik |
| Kovalen polar | Nonlogam–nonlogam, ΔEN 0,4–1,7 | Dipakai bersama, bergeser ke atom yang lebih elektronegatif (δ−) | HCl, H₂O, NH₃ | Memiliki dipol, larut dalam pelarut polar |
| Ionik | Logam–nonlogam, ΔEN > 1,7 | Berpindah dari logam ke nonlogam, terbentuk kation dan anion | NaCl, MgO, CaCl₂ | Kisi kristal, titik leleh tinggi, rapuh, lelehannya menghantarkan listrik |
| Kovalen koordinasi | Atom berpasangan elektron bebas dan atom/ion berorbital kosong | Kedua elektron ikatan berasal dari satu atom (donor) | NH₄⁺, H₃O⁺, NH₃·BF₃ | Umum pada ion poliatom dan senyawa kompleks |
| Logam | Atom logam–atom logam | Terdelokalisasi menjadi lautan elektron | Na, Cu, Fe, Al | Konduktor, mengilap, dapat ditempa dan diulur |
| Ikatan hidrogen | H yang terikat pada F/O/N dengan pasangan bebas F/O/N molekul lain | Tarikan elektrostatis antardipol (antarmolekul) | H₂O, HF, basa DNA | Menaikkan titik didih secara drastis |
| Gaya London (van der Waals) | Semua molekul, termasuk nonpolar | Dipol sesaat karena awan elektron berfluktuasi | He, I₂, CH₄ | Lemah; makin besar molekul makin kuat |
Batas ΔEN 0,4 dan 1,7 adalah pedoman umum, bukan hukum pasti. Keelektronegatifan memakai skala Pauling; massa atom memakai massa atom standar IUPAC (nilai dalam kurung siku = nomor massa isotop paling stabil).
Prediksi Senyawa
Pilih dua unsur dari tabel mini atau daftar. Atomika menaksir jenis ikatan, persen karakter ionik, senyawa yang mungkin terbentuk dari bilangan oksidasi umum, bentuk molekul (VSEPR), dan energi kisi untuk senyawa ionik.
Klik kotak “Unsur A” atau “Unsur B”, lalu klik unsur pada tabel mini.
Segitiga van Arkel–Ketelaar
Sumbu x: rata-rata keelektronegatifan; sumbu y: ΔEN. Batas zona disederhanakan untuk pembelajaran.
Senyawa yang mungkin terbentuk
Kombinasi disusun dari bilangan oksidasi umum sehingga muatan total nol. Tidak semua kombinasi stabil atau pernah dibuat; pilih baris untuk melihat modelnya.
Struktur Lewis
Perbandingan sifat unsur
Kelarutan & mEq
Amati bagaimana zat ionik, nonionik polar, elektrolit lemah, dan nonpolar berperilaku di dalam pelarut, lalu hitung kelarutan, miliekuivalen (mEq), osmolaritas, dan Ksp.
Atur percobaan
PelarutHasil perhitungan
Kurva kelarutan terhadap suhu
Satuan g zat per 100 g air. Titik putih = kondisi percobaanmu; di atas kurva berarti lewat jenuh (sisa zat mengendap).
Kalkulator miliekuivalen (mEq)
Kalkulator Ksp, ion senama, dan pengendapan
Uji pengendapan (Qsp)
Rumus ringkas
| Besaran | Rumus | Keterangan |
|---|---|---|
| mmol | mmol = mg ÷ BM | BM = massa molar (g/mol = mg/mmol) |
| mEq | mEq = mmol × valensi = (mg × valensi) ÷ BM | Valensi = total muatan kation per rumus (NaCl 1, CaCl₂ 2, Na₃-sitrat 3) |
| mEq/L | mEq/L = mEq ÷ volume (L) | Satuan umum elektrolit dalam infus dan plasma |
| Osmolaritas | mOsm/L = mmol/L × i | i = jumlah partikel per satuan rumus (ideal; nyata sedikit lebih kecil) |
| Kelarutan dari Ksp | s = (Ksp ÷ aᵃbᵇ)^(1/(a+b)) | Untuk garam MₐXᵦ tanpa ion senama |
| Pengendapan | Qsp > Ksp → mengendap | Qsp dihitung seperti Ksp tetapi memakai konsentrasi saat itu |
| Sifat koligatif | ΔTf = i·Kf·m ; ΔTb = i·Kb·m | Air: Kf = 1,86 °C·kg/mol, Kb = 0,52 °C·kg/mol; m = molal |