ATC/DDD Guide

Sistem ATC/DDD WHO

Sistem Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) dan Defined Daily Dose (DDD) adalah metodologi terstandar dari World Health Organization (WHO) yang berfungsi sebagai alat ukur statistik dalam penelitian utilisasi obat (Drug Utilization Research).

Tujuan Utama Pengukuran

  • Standardisasi Unit Pengukuran: Mengonversi berbagai bentuk sediaan dan kekuatan obat ke dalam satu unit pengukuran teknis (zat aktif).
  • Perbandingan Data Transversal: Memfasilitasi komparasi konsumsi obat antar institusi, wilayah geografis, dan periode waktu yang berbeda.
  • Evaluasi Kebijakan: Mendukung analisis tren dan penilaian intervensi atau kepatuhan terhadap pedoman formularium.
Catatan Penting: DDD merupakan unit pengukuran teknis untuk studi populasi. Nilai DDD tidak merepresentasikan dosis rekomendasi klinis atau dosis ideal untuk individu pasien.

Latar Belakang Metodologi

Konsep ini pertama kali dikembangkan di Norwegia pada tahun 1969. Mengingat signifikansinya dalam farmakoepidemiologi, WHO secara resmi mengadopsi sistem ini. Saat ini, pemeliharaan indeks dan metodologi dikelola oleh WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology yang berpusat di Oslo.

Panduan Penulisan Ilmiah:
Nilai DDD suatu molekul dapat mengalami revisi. Peneliti diwajibkan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan "Tahun Indeks ATC/DDD WHO" yang digunakan sebagai rujukan dalam bagian metodologi penelitian.

Struktur Nomenklatur Kode ATC

Sistem klasifikasi ATC mengelompokkan obat secara hierarkis ke dalam lima tingkat berbeda berdasarkan organ atau sistem tubuh di mana obat tersebut bekerja, serta karakteristik terapeutik, farmakologis, dan kimiawinya. Pilih salah satu dari 11 contoh obat di bawah ini untuk melihat bedah strukturnya.

Memuat data...
Interaksi Visual
Silakan arahkan kursor (hover) pada elemen kode di atas untuk melihat rincian nomenklatur.

Ilustrasi Eliminasi Bias Pengukuran Logistik

Visualisasi berikut mendemonstrasikan bagaimana metodologi DDD mengatasi bias perhitungan yang timbul akibat perbedaan bentuk sediaan fisik obat. Studi kasus: Penggunaan antibiotik Amoksisilin di Rumah Sakit A (menggunakan sediaan Kapsul) dan Rumah Sakit B (menggunakan sediaan Sirup Suspensi).

0 Kemasan
Rumah Sakit A Data Mentah
0 Kemasan
Rumah Sakit B Data Mentah
Memuat informasi analitik...

Metodologi & Formula Analisis

Tahapan transformasi data kuantitatif dari unit logistik (jumlah tablet, botol, ampul) menuju estimasi paparan populasi berbasis indikator WHO.

Tahap 1: Ekstraksi Total Massa Zat Aktif (mg atau gram)

Mengonversi seluruh satuan fisik kemasan menjadi metrik berat zat aktif murni.

Massa Zat Aktif (mg) = Σ (Jumlah Kemasan × Kandungan Kekuatan Sediaan)

Contoh: 1.000 kapsul × 500 mg = 500.000 mg Amoksisilin.

Tahap 2: Konversi Menjadi Total DDD

Membagi total massa zat aktif dengan nilai acuan indeks DDD WHO.

Total DDDs = Total Massa Zat Aktif / Nilai Baku DDD WHO

Contoh: 500.000 mg / 1.500 mg (Nilai rujukan DDD Amoksisilin Oral) = 333,33 DDDs.

Tahap 3: Normalisasi Berdasarkan Denominator Populasi

Menyesuaikan nilai Total DDD dengan skala paparan fasilitas atau komunitas sasaran agar data tersebut dapat dibandingkan secara rasional.

Fasilitas Rawat Inap (Inpatient)
Menggunakan variabel "Bed-days" (Total Hari Rawat Pasien).
(Total DDDs × 100) / Total Bed-days
Interpretasi Klinis: Nilai 1 DDD/100 bed-days mengestimasikan bahwa 1% dari populasi pasien rawat inap menerima dosis pemeliharaan harian standar dari obat tersebut setiap harinya. Semakin tinggi nilainya, semakin intensif utilisasi obat di fasilitas tersebut.
Rawat Jalan / Komunitas (Outpatient)
Menggunakan variabel populasi terdaftar dan durasi hari studi.
(Total DDDs × 1000) / (Populasi × Durasi Hari)
Interpretasi Klinis: Nilai 10 DDD/1000 penduduk/hari mengestimasikan bahwa rata-rata 10 dari 1.000 individu (1% dari komunitas) menerima terapi dosis standar setiap harinya. Metrik ini ideal untuk perbandingan kesehatan masyarakat secara luas (mis. antar negara).

Alat Hitung DDD (Kalkulator)

Modul simulasi interaktif untuk menghitung parameter paparan obat.

Visualisasi Formula Kalkulasi
Hasil Perhitungan Metrik Standar
0.00
DDD / 100 bed-days
Ekuivalensi Total DDDs 0

Format Tabel Laporan Utilisasi Obat (Analisis DU90%)

Metode Drug Utilization 90% (DU90%) merupakan indikator validasi kualitas peresepan. Obat-obatan diurutkan secara persentase volume secara menurun (descending) untuk mengidentifikasi segmen obat yang merepresentasikan 90% dari total volume keseluruhan peresepan institusi.

Zat Aktif Kode ATC Rute DDD/100 bed-days Persentase (%) % Kumulatif Segmen DU90%
Total Keseluruhan Penggunaan: 0.00 100.00% - -

*Data ilustrasi hipotetikal di atas menunjukkan evaluasi profil pemakaian obat berdasarkan pemeringkatan intensitas (DDD/100 bed-days).

Daftar Pustaka & Referensi

  1. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. ATC/DDD Index.
    https://atcddd.fhi.no/atc_ddd_index/
  2. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. Purpose of the ATC/DDD system.
    https://atcddd.fhi.no/atc_ddd_methodology/purpose_of_the_atc_ddd_system/
  3. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. History.
    https://atcddd.fhi.no/atc_ddd_methodology/history/
  4. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. Structure and principles.
    https://atcddd.fhi.no/atc/structure_and_principles/
  5. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. Definition and general considerations.
    https://atcddd.fhi.no/ddd/definition_and_general_considera/
  6. WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology. List of DDDs for combined products.
    https://atcddd.fhi.no/ddd/list_of_ddds_combined_products/
  7. Bergman, U., Popa, C., Tomson, Y. et al. (1998). Drug utilization 90% – a simple method for assessing the quality of drug prescribing. Eur J Clin Pharmacol 54, 113–118.
    https://doi.org/10.1007/s002280050431