Farmasi Analitik

Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Menu Navigasi

Gold Standard Farmakope

Presisi Analitik pada
Tingkat Molekuler.

KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi) atau HPLC adalah teknik kimia analitik penentu standar mutu sediaan obat. Digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi (Kualitatif), dan menetapkan kadar (Kuantitatif) komponen aktif dari matriks sampel yang kompleks.

Asas Utama Kromatografi

  • Fase Gerak (Mobile Phase): Pelarut cair yang dipompa dengan tekanan tinggi untuk membawa sampel masuk melintasi sistem.
  • Fase Diam (Stationary Phase): Partikel padat (biasanya silika) di dalam kolom yang akan "menahan" laju senyawa berdasarkan afinitas/interaksi kimianya.
  • Waktu Retensi (Rt): Waktu yang dibutuhkan molekul obat sejak disuntikkan hingga mencapai detektor. Merupakan parameter Kualitatif utama.

Area = Konsentrasi

Semakin banyak jumlah molekul obat di dalam sampel, semakin tinggi dan luas sinyal puncak (Peak Area) yang dibaca oleh detektor UV-Vis. Ini adalah dasar dari Penetapan Kadar (Kuantitatif).

Simulator Mekanisme Pemisahan (Separasi)

Metode Fase Terbalik (Reverse Phase / RP-HPLC) adalah yang paling umum di Farmasi. Fase diamnya bersifat Non-Polar (C18), sedangkan Fase geraknya Polar (Air/Metanol). Obat yang lebih non-polar akan tertahan lebih lama di kolom.

Senyawa Polar: Ikatan lemah dengan kolom C18, terelusi/keluar lebih cepat (Waktu retensi pendek).
Senyawa Non-Polar: Berikatan kuat dengan kolom C18 yang juga non-polar, terelusi lambat (Waktu retensi panjang).
Injektor
Detektor

Komponen Utama Instrumen KCKT

Sistem KCKT terdiri dari serangkaian modul terintegrasi yang bekerja pada tekanan ekstrem (hingga 6000 psi atau 400 bar) untuk mendorong cairan melintasi rongga padat di dalam kolom.

Menghitung Kadar Obat (Analisis Kuantitatif)

Data digital yang keluar dari detektor digambar menjadi Kromatogram. Luas area di bawah puncak (Peak Area) mewakili jumlah zat.

Anatomi Kromatogram

Sumbu X adalah Waktu (Menit), Sumbu Y adalah Intensitas Absorbansi (mAU).

Rt 1 Area Parasetamol Rt 2 Area Kafein

Waktu Retensi (Rt): Titik puncak tertinggi. Identifikasi zat didasarkan pada kesamaan Rt sampel dengan Rt Standar (Baku pembanding).

Resolusi (Rs): Derajat pemisahan antar dua puncak berdekatan. Standar farmakope Rs harus > 1.5 (terpisah sempurna).

Kurva Kalibrasi Standar

Metode Regresi Linear: membandingkan Area sampel dengan Area larutan standar yang diketahui kadarnya.

Persamaan Regresi y = bx + a

Kita menyuntikkan deret konsentrasi baku standar (misal 10, 20, 30, 40, 50 ppm). Komputer membuat kurva kalibrasi dengan syarat r (koefisien korelasi) ≥ 0.999.

  • y = Luas Puncak (Area)
  • x = Konsentrasi zat (ppm / mg/L)
  • b = Slope (Kemiringan kurva)
  • a = Intercept (Titik potong sumbu y)

Contoh Kasus

Diketahui persamaan kalibrasi parasetamol: y = 1500x + 200. Jika sampel obat yang disuntikkan menghasilkan luas area sebesar 15200, berapa kadarnya?

15200 = 1500x + 200
1500x = 15000
x = 10 ppm (Kadar sampel obat)

Troubleshooting Kromatogram

Analis Farmasi harus bisa membaca kelainan pada kromatogram yang menunjukkan adanya kerusakan kolom, kebocoran sistem, atau preparasi sampel yang buruk.

Peak Tailing (Mengekor)

Puncak tidak simetris (Tailing factor > 2). Sering terjadi akibat umur kolom yang tua (silanol aktif), pH fase gerak tidak tepat, atau senyawa basa kuat tanpa *end-capping*.

Ghost Peak

Muncul puncak-puncak aneh yang tidak ada di injeksi standar. Biasanya berasal dari kontaminasi pelarut (fase gerak kotor), atau sisa cucian injeksi sebelumnya (Carry-over).

Baseline Drift (Naik/Turun)

Garis dasar tidak lurus datar. Lazim ditemui pada metode Gradien. Jika terjadi pada Isokratik, cek kestabilan suhu ruangan oven atau kebocoran pompa KCKT.

Evaluasi Analis HPLC

Uji penguasaan Anda mengenai prinsip kromatografi, instrumen, pembacaan kromatogram, dan perhitungan kuantitatif.