Kimia Analitik Kuantitatif

Titrasi Kompleksometri (Chelatometri)

Menu Navigasi

Volumetri

Seni Mengurung
Ion Logam (Khelasi).

Kompleksometri adalah jenis titrasi volumetrik di mana titran (ligan) bereaksi dengan analit (ion logam) membentuk senyawa kompleks yang stabil. Agen pengkhelat yang paling terkenal dan sering digunakan adalah EDTA.

Aktor Utama Kompleksometri

  • Ion Pusat
    Berasal dari sampel logam (seperti Ca²⁺, Mg²⁺, Zn²⁺). Bertindak sebagai Asam Lewis (penerima pasangan elektron bebas).
  • Ligan / EDTA
    Bertindak sebagai Basa Lewis (penyumbang pasangan elektron). EDTA adalah ligan heksadentat yang mencengkeram logam seperti cakar kepiting membentuk struktur cincin (Khelat).
  • Indikator
    Pewarna Metalokromat (misal: EBT) yang akan berubah warna saat ia "ditendang" keluar dari ikatan logam oleh EDTA di titik akhir titrasi.
M²⁺ O O N N

Kompleks Khelat (1:1)

Apapun muatan logamnya (Ca²⁺, Al³⁺, Th⁴⁺), EDTA selalu bereaksi membentuk rasio stoikiometri persis 1:1.

Simulator Titrasi: Reaksi Pergantian Ligan

Perubahan warna pada kompleksometri tidak terjadi tiba-tiba, melainkan karena pergeseran ikatan kimia. EDTA (Titran) akan merebut logam dari genggaman Indikator Metalokromat.

Sampel logam direaksikan dengan indikator EBT. Karena EBT berikatan dengan logam, larutan berubah warna menjadi Merah Anggur (Wine Red).
Mg-EBT (Merah)

Pendekatan Analisis: Jenis Titrasi

Tidak semua logam bisa dititrasi langsung dengan EDTA. Beberapa mengendap pada pH tinggi, beberapa bereaksi terlalu lambat. Pilih jenis titrasi di bawah untuk melihat strateginya.

Tritunggal Kompleksometri

Keberhasilan titrasi kompleksometri sangat bergantung pada keselarasan tiga komponen: Titran (EDTA), Indikator Metalokromat, dan pH Larutan (Buffer).

EDTA (Titran Baku)

Asam Etilendiamintetraasetat. Biasa digunakan dalam bentuk garam Dinatrium (Na₂EDTA) karena lebih mudah larut dalam air.

  • Selalu bereaksi 1:1 dengan logam.
  • Membentuk Khelat 5-cincin yang super stabil.
  • Titran baku primer (sangat murni).

Indikator Metalokromat

Zat warna organik yang membentuk kompleks berwarna dengan ion logam, yang warnanya *berbeda* dari warna indikator saat bebas.

Eriochrome Black T (EBT): Spesifik untuk kesadahan (Mg²⁺). pH 10. Merah → Biru.
Murexide: Spesifik untuk Ca²⁺ (Bisa dipakai saat ada Mg). pH 12. Merah Muda → Ungu.

Larutan Dapar (Buffer)

Reaksi EDTA + Logam menghasilkan ion H⁺ (Asam). Jika tidak ditahan, pH akan turun drastis, membuat kompleks terurai kembali.

Buffer Ammonia (pH 10) mutlak untuk EBT

Teknik Masking (Penopengan)

EDTA sangat tidak selektif (bisa bereaksi dengan hampir semua logam). Bagaimana jika kita hanya ingin mengukur Kalsium di air yang penuh dengan Seng (Zn) dan Tembaga (Cu)? Gunakan Masking Agent!

Sianida (CN⁻) sebagai Penopeng Super

Masking agent bekerja dengan cara membentuk kompleks yang jauh lebih kuat dengan logam pengganggu dibandingkan afinitas EDTA. Sehingga logam pengganggu "tertopeng" dan tidak ikut bereaksi saat dititrasi.

Masking

Sianida (KCN) ditambahkan. Zn²⁺, Cd²⁺, Cu²⁺, Ni²⁺ diikat mati oleh KCN. Sementara Ca²⁺ dan Mg²⁺ bebas. Kini Anda bisa menitrasi kesadahan tanpa diganggu logam berat.

Demasking

Setelah Ca/Mg selesai dititrasi, tambahkan Kloral Hidrat / Formaldehid. Ia akan menghancurkan kompleks Zn-Sianida (melepas topeng). Zn²⁺ bebas dan kini bisa dititrasi terpisah!

Ilustrasi Campuran (Ca + Zn)

Ca²⁺ + Zn²⁺ Sampel Awal
KCN (Masking)
Ca²⁺ + [Zn(CN)₄]²⁻ Zn Terkunci
Titrasi EDTA
[Ca-EDTA] + [Zn(CN)₄]²⁻ Volume EDTA = Ca

Evaluasi Kompleksometri

Uji pemahaman analitik Anda mengenai ligan, pH larutan, indikator, dan metode titrasi EDTA.